Sabtu, 02 November 2013

Opini Terhadap Dangdut


Sebenarnya sejak awal kemunculannya, musik ini diperuntukkan untuk semua kelas atau kalangan. Namun pada perkembangannya justru musik ini mendapat apresiasi yang luar biasa dari kalangan kelas bawah. Dangdut disukai kalangan kelas bawah karena mungkin jenis  musik dangdut adalah jenis musik yang ringan disertai dengan lirik lagu yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga penikmat musik ini tidak harus memutar otak untuk memahami maksud dari lagu. Ada mitos bahwa musik dangdut adalah milik rakyat kalangan bawah. Bisa jadi lantaran kebanyakan orang desa lebih suka membeli kaset dangdut ketimbang kaset musik Barat yang digandrungi anak kota. Banyak yang ‘alergi’ dengan lagu-lagu dangdut. Dangdut kerap diidentikkan dengan musik yang kurang elit, kampungan, bahkan seronok.

Bangsa ini memiliki para intelektual berjumlah lebih sedikit dibanding yang non intelektual. Sehingga tidak heran apabila saat dangdut begitu populer pada kalangan kelas bawah, seluruh media massa mengeksposnya habis-habisan. Jika ditinjau dalam segi budaya, dangdut begitu diminati masyarakat karena mempunyai kedekatan terhadap budaya kita. Dimana musik ini menggunakan irama melayu yang juga merupakan bagian dalam kebudayaan kita.

Meminjam istilah dari Rhoma Irama bahwa dangdut adalah milik kaum comberan. Sebagai haji dan seniman dangdut, Rhoma sangat meremehkan penggemarnya dengan label comberan. Entah makna yang bagaimana yang diharapkan dari istilah tersebut. Tetapi dengan adanya istilah tersebut, yang diproklamirkan sendiri oleh pencetus musik dangdut semakin melegalkan bahwa dangdut benar-benar musik kaum marginal atau pinggiran.

0 komentar:

Posting Komentar